
Jakarta – Sejumlah pihak menyebut reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang terencana dengan baik. Hal itu terkesan dari sejumlah pemanggilan calon-calon menteri. Namun hal itu dibantah SBY.
“Proses reshuffle ini akuntabel dalam artinya direncanakan dengan baik, bukan RBT atau rencana bangun tidur,” kata SBY dalam jumpa pers pengumuman reshuffle di Istana, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
SBY mengatakan, telah melakukan berbagai konsultasi untuk melakukan reshuffle kali ini. Konsultasi mulai dari pimpinan parpol dari menteri-menteri yang duduk di kabinetnya, hingga mengenai kondisi kesehatan.
“Kalau terkait parpol, saya tentu berkonsultasi dengan pimpinan parpol di jajaran parpol tersebut, kalau soal kesehatan, tentu dari hasil pemeriksaan tim dokter kepresidenan,” kata SBY.
SBY juga mengaku mempertimbangkan hasil laporan masyarakat yang diterimanya. Semua informasi yang diterima dan memiliki kemungkinan benar, maka akan dilakukan investigasi.
“Untuk membedakan dan membuktikan mana yang fitnah dan mana yang benar,” kata SBY.
(ken/vit)