Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘1’ Category

Irna Gustia – detikHealth

img
Ilustrasi (Foto: abc.net.au)

Cochabamba, Bolivia, Presiden Bolivia Evo Morales membuat pernyataan yang bikin marah kaum homo. Presiden kontroversial itu mengatakan laki-laki yang terlalu banyak makan ayam yang disuntik hormon akan membuat perilaku seksnya menyimpang dan bisa membuat botak.

Morales mengatakan itu ketika menjadi pembicara di acara konferensi perubahan iklim di Cochabamba, pada Selasa 20 April 2010.

“Ketika pria memakan ayam-ayam itu mereka mengalami penyimpangan dari harusnya menjadi laki-laki,” kata Morales seperti dilansir dari news.com.au, Kamis (22/4/2010).

Morales mengatakan hormon yang disuntikkan ke ayam adalah hormon perempuan dan karenanya lelaki yang mengonsumsi ayam yang disuntik hormon itu akan memiliki masalah kejantanannya.

Sebenarnya Morales hanya ingin memperingatkan agar pria menjauhi makan ayam-ayam yang disuntik hormon jika ingin mempertahankan kejantanan dan rambutnya.

Morales juga memperingatkan agar produsen ayam di Eropa, Amerika dan banyak negara lain untuk menghentikan penggunaan hormon pada unggas.

Tak hanya itu, Morales juga mengecam Coca-Cola yang disebutnya minuman berbahaya. “Ini berbahaya, bayangkan apa yang terkandung di dalamnya,” ujarnya sambil mengatakan negara-negara industri seperti Amerika hanya membawa racun yang lebih banyak.

Kelompok homo dan lesbian di Spanyol (Spain’s National Federation of Lesbians, Gays, Transsexuals and Bisexuals) langsung mengirimkan surat protes ke kedutaan Bolivia di Madrid. Kelompok ini menyebut Morales sebagai homofobia (homophobic) alias ketakutan yang berlebihan pada kaum homo.

Sementara pemimpin komunitas homoseksual Argentina Cesar Cigliutti mengatakan, “Ini sangat tidak masuk akal mengatakan ayam yang disuntik hormon bisa mengubah orientasi seks seseorang”.

Pemimpin sayap kanan Bolivia, Andres Ortega juga mengkritik Morales. Menurutnya dalam forum ilmiah seperti itu seharusnya Morales memberikan pernyataan positif tentang pelestarian lingkungan.(ir/ir)

Advertisements

Read Full Post »

Tya Eka Yulianti – detikBandung


Bandung – Rektor ITB Akhmaloka kehilangan jejak Mochamad Zuliansyah sejak Zuliansyah mengundurkan diri sebagai CPNS dosen ITB November 2009. Tapi pihak ITB akan tetap berupaya memberitahu Zuliansyah terkait dengan keputusan yang akan diumumkan besok.

“Bagaimana menghubunginya saja susah. Tapi kita akan beri tahu, bukan hanya pada yang bersangkutan tapi juga pada masyarakat,” ujar Akhmaloka saat ditemui usai rapat di Gedung rektorat ITB Jalan Taman Sari, Kamis (22/4/2010).

Disebutkan Akhmaloka, Zuliansyah terakhir kontak dengan ITB melalui email permintaan maaf yang dikirimkannya. Namun Akhmaloka tidak menyebutkan kapan tepatnya email tersebut dikirim.

Akhmaloka menyatakan pihaknya akan menelusuri keberadaan Zuliansyah untuk memberitahukan hasil keputusan yang akan diumumkan besok.

Keputusan tersebut juga akan disampaikan pada penulis asli, ‘On 3D Topological Relationships’, Siyka Zlatanova. “Supaya dia tahu, bagimana sikap ITB terhadap kasus ini,” tuturnya.

Ditambahkan Akhmaloka, Zuliansyah menyelesaikan pendidikan S1 di STT Telkom. Sementara S2 dan S3 di ITB. “Saya tidak tahu dia mengajar di STT Telkom,” pungkasnya.

(ema/ern)

Read Full Post »

Pradipta Nugrahanto – detikBandung


// <![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://openx.detik.com/delivery/ajs.php&#039;:'http://openx.detik.com/delivery/ajs.php&#039;);
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
// ]]>

// <![CDATA[
//

Bandung – Meski masih menyandang status Kepala Poliklinik Mahasiswa UPI, Ambar Suliyati (37) tak lagi diundang dalam rapat-rapat yang berhubungan dengan pengelolaan dana kesehatan mahasiswa.

“Kalau surat resmi mengenai status saya, sampai sekarang belum saya terima. Tapi sekarang setiap kali rapat yang membahas soal dana kesehatan mahasiswa saya sudah tidak diundang,” terangnya ketika dihubungi detikbandung melalui telepon Kamis (22/4/2010).

Ambar menambahkan, Setelah rapat di bulan Februari urung dilakukan, ada 2 rapat yang membahas dana kesehatan mahasiswa di bulan April. “Ada 2 kali rapat di bulan April tapi saya tidak tahu persis kapannya. Saya hanya diberi tahu rekan kerja lain, tapi tidak diundang jadi saya tidak datang,” imbuh Ambar.

Dengan keadaan ini, Ambar pun semakin bingung. “Kalau saya masih menjabat sebagai Kepala Poliklinik kenapa tidak melibatkan saya?,” jelasnya.

Namun begitu, status Ambar sebagai pengajar di FPOK tetap berjalan seperti biasa. “Kalau ngajar sih tetap sesuai jadwal,” tuturnya.

Kepala Poliklinik dan Dosen FPOK UPI Ambar Suliyati terkena percobaan pembunuhan di parkiran rektorat UPI 25 Februari 2010. Pada saat kejadian, Ambar bermaksud menghadiri rapat yang membahas mengenai pendanaan dan pengelolaan Poliklinik Mahasiswa UPI.

(dip/lom)

Read Full Post »

Indra Subagja – detikNews

Jakarta – Pemeriksaan pada mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji memicu memunculkan isu Susno akan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus Gayus Tambunan. Tim independen enggan menanggapi isu ini.

“Ya itu tergantung hasil pemeriksaan, beliau diperiksa sebagai saksi,” kata anggota tim independen Roni Lihawa saat dihubungi detikcom, Selasa (20/4/2010).

Sebagai anggota tim independen, Roni tidak berperan sebagai penyidik yang ikut memeriksa. Dia hanya memantau saja, termasuk dalam pemeriksaan Susno.

“Kita hanya memantau, melakukan pemantauan saja,” ujar anggota Kompolnas ini.

Susno diperiksa di Mabes Polri terkait kasus Gayus Tambunan. Sebelum diperiksa, Susno menemui Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani. Informasi yang beredar terkait pemeriksaan itu, Polri sudah mengantongi bukti dugaan keterlibatan Susno dalam kasus Gayus. Disebut-sebut Susno ikut menikmati uang, hal ini yang kemudian membuat polisi berani menahan dan menetapkan tersangka.

Sedang tim kuasa hukum Susno berkali-kali menegaskan kliennya tidak menerima uang. Buktinya Susno membongkar kasus Gayus ini.

(ndr/nrl)

Read Full Post »

Mega Putra Ratya – detikNews


Nugroho Setiaji (PN Jaksel)

Jakarta – Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nugroho Setiaji menjadi sorotan pasca keputusannya mengabulkan gugatan preperadilan penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah. Ia pun menjadi ‘buruan’ wartawan.

Nugroho mengabulkan sebagian permohonan gugatan praperadilan yang dimohonkan oleh Anggodo Widjojo, adik tersangka korupsi Anggoro Widjojo, itu. Ia juga memerintahkan Kejaksaan agar membawa kasus Bibit-Chandra ke pengadilan.

Selasa (20/4/2010), wartawan pun berdatangan ke PN Jaksel, Jl Ampera Raya, untuk menggali keterangan lebih lanjut dari Nugroho atas keputusan yang dijatuhkannya. Namun, pria kelahiran Magelang, 29 Juni 1960, itu memilih untuk tidak menanggapi.

“Selesaikan saja di Humas,” kata Nugroho usai memimpin sidang di Ruang Sidang Wirjono Brodjodikoro atau ruang sidang nomor 6 di PN Jaksel.

“Pertimbangannya apa lagi, Pak?” tanya wartawan.

Nugroho, yang sebelumnya tampak tersenyum ketika disapa wartawan untuk pertama kalinya, langsung menaiki tangga menuju ruangan khusus para hakim di lantai II. Para pemburu berita pun akhirnya hanya bisa gigit jari.

Sidang putusan perkara gugatan praperadilan SKPP Bibit-Chandra digelar Senin (19/4/2010), kemarin. Ia mengatakan, pertimbangan sosiologis yang dicantumkan dalam SKPP kedua pimpinan KPK itu tidak bisa diterapkan. Karenanya, SKPP harus dinyatakan tidak sah. Atas keputusan tersebut Kejaksaan berencana mengajukan banding.
(irw/nrl)

Read Full Post »

Hery Winarno – detikNews


Foto: Gayus Tambunan

Jakarta – Satgas Anti Mafia Hukum siang ini kembali memanggil Komjen Pol Susno Duadji. Pemanggilan Susno ini berkaitan dengan munculnya nama SJ dan Komjen Pol (Purn) Makbul Padmanegara.

“Siang ini kita bertemu dengan Pak Susno. Follow up perkembangan kasus Gayus Tambunan dan hadirnya nama SJ dan Makbul Padmanegara,” ujar Sekretaris Satgas Anti Mafia Hukum, Denny Indrayana di kantornya Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2010).

Denny menambahkan, Ketua Satgas Anti Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto telah berkoordinan dengan Kapolri terkait rencanan pemeriksaan SJ. Namun Satgas mengaku belum mengetahui keberadaan SJ sekarang.

“Sampai sekarang saya tidak bisa mengkonfirmasi, berita masih beruba-ubah, saya juga tidak tahu keberadaan yang bersangkutan,” jelas staf ahli presiden bidang hukum ini.

Susno pada kamis 8 April kemarin dalam rapat tertutup dengan Komisi III DPR, membuka identitas mr. X yang berperan sebagai aktor utama dalam kasus Gayus Tambunan. Anggota DPR berdasarkan pengakuan Susno, menyebut mr.x adalah SJ yang memilki kedekatan dengan jenderal bintang tiga Polri berinisial MP. (ddt/anw)

Read Full Post »

Didit Tri Kertapati – detikNews


Jakarta – Andris Ronaldi sempat kabur ke Bali untuk ngumpet dari kejaran polisi. Namun di tengah pelariannya, Andris sadar dia bukanlah pelaku kriminal. Ayah dua anak ini pun keluar dari persembunyiannya.

“Saya merasa bukan kriminal, bukan teroris, maka saya kembali,” ujar Andris dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2010).

Dalam jumpa pers, Andris mengenakan baju koko ini didampingi oleh Kompol Dodit dan Pjs Kabidpenum Kombes Pol Zulkarnaen dan diliput puluhan wartawan. Andris berbicara dengan lancar dan jelas, tidak tampak grogi. Setiap pertanyaan wartawan dijawab dengan lugas.

Saat tampil di TVOne 18 Maret 2010 sebagai markus yang telah beroperasi 12 tahun di Mabes Polri , Andris dibayar Rp 1,5 juta. Uang itu diberikan pada keluarganya sebelum dia kabur ke Bali.

“Polisi tidak lakukan kekerasan apa pun terhadap saya atau pun keluarga. Bahkan anak saya diberi makan. Hal itu yang buat saya ingin cepat kembali (dari persembunyian),” jelas Andris.

Polisi menyanggongi rumah kontrakan Andris di Jl Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Selasa 6 April pagi. Pada malam harinya, polisi memindahkan anak dan istri Andris ke Kelapa Gading. Esok harinya diketahui Andris telah diciduk polisi.

Andris telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan pasal 36 ayat 5 (a), pasal 57 huruf d KUHP.

(ddt/nrl)

Read Full Post »

Older Posts »